Teknik Pengembangan Penanaman Karakter Anti Korupsi

Oleh:   ipung berjuang ipung berjuang   |   9/23/2012 07:13:00 PM
Korupsi dan Narkoba adalah penyakit masyarakat Indonesia paling berbahaya. Terutama, bagi kalangan muda generasi penerus. Untuk mencegah terjadi yang tidak diinginkan tersebut, kampus UNY bekerjasama dengan BNN (Badan Narkotika Nasional) dan Kopassus (Komando Pasukan Kusus) mengadakan pelatikihan bagi Mahasiswa UNY.

Pada saat itu, saya masih diamanahi sebagai kepala departemen Media dan Jaringan di Lembaga Organisasi Kampus bernama BEM FIS UNY 2012. Dengan adanya kegiatan yang diselenggarakan pada tanggal 22-23 September 2012, saya didaftarkan sebagai salah satu peserta dari total 1.409 mahasiswa.

Tema besar yang diangkat dalam kegiatan tersebut adalah “Tangguh, Kesatria, Daya Juang Tinggi, Anti Kekerasan, Anti Korupsi, dan Anti Narkoba”. Semua tersinkron dengan visi misi UNY yang tengah meniti karir sebagai kampus berkarakter.

Sebagai narasumber, UNY menghadirkan Sandri Justiana, seorang salah satu anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Deputi Pencegahan Korupsi spesialis pendidikan masyarakat. Di kesempatan tersebut, saya ingat betul yang beliau katakana kepada kita sebagai generasi penerus, “tanggung jawab kita semua adalah memberantas korupsi yang telah kian melekat dan membudaya ini, ini bukan sekedar masalah KPK saja, melainkan kita semua”.
Teknik Pengembangan Penanaman Karakter Anti Korupsi
Pemberantasan korupsi dapat diberantas dengan cara bekerja sama. Ia pun memberikan semacam ilustrasi filosofis dengan mengangkat kelima jarinya. Semua memiliki makna dantanggung jawabnya masing-masing.

Pemimpin yang luar biasa diibaratkan dengan jempol, Jari telunjuk sebagai orang kaya karena dengan mudahkan mampu memerintah sana-sini atas kuasa materiilnya, Jari tengah difilosofikan dengan para ulama dan tokoh agama maupun masyarakat, serta KPU untuk jari kelingking yang bersifat netral, dan untuk jari kelingking yang ditautkan untuk kaum remaja yang manis dan labil karena masih dalam proses tahap pencarian jati diri, serta yang terakhir adalah jari manis yang difilosofikan khusus untuk perempuan sebagaimakhluk lemah, namun sejatinya kuat.

Demikianlah, filosofi kelima jari yang apabila kita gerakkan bersama akan menjadi kuat dalam memberantas hanguskan korupsi di Bumi Indonesia ini.

Selain pelatihan penanaman anti korupsi dari KPK, peserta pelatihan juga dilatih menjadi mahasiswa yang tangguh, ksatria, daya juang tinggi, anti kekerasan, dan anti narkoba yang dilatih langsung oleh Anggota KOPASSUS, BNN RI (Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia), dan Polres Sleman.

Untuk membaca berita selengkapnya dapat di buka laman UNY (11 October 2012)

Tampilkan Komentar