Renungan Bagi Pemuda Kekinian Saat Ini

Saturday, May 06, 2017

Screenshot Tulisan yang dimuat di Okezone.com
Menyambut tahun baru 2013, tidak ada salahnya sejenak instrospeksi diri atas apa yang telah terjadi setahun yang lalu. Optimis itu wajib, semoga banyak diantara kita masih menyakini bahwa, “Orang yang beruntung adalah apabila hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini”. Semoga dengan ini dapat menjadi bekal kita melangkahkan kaki menuju masa depan yang lebih baik. Pengalaman adalah guru yang terbaik, maka tak khayal bila Bung Karno pernah berkata “Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta ! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca benggala dari pada masa yang akan datang”. Tentu itu semua tidak lebih agar kita tidak seperti keledai yang jatuh pada lubang yang sama.

Berbicara soal pengalaman, masih segar dalam ingatan kita bahwa sejarah telah banyak mencatat perjuangan keras pemuda dalam turut andil setiap perubahan bangsa ini. Mulai dari lahirnya organisasi pertama, Budi Utomo (1908), kongres pemuda pertama (1926), Kongres pemuda kedua (Sumpah Pemuda 1928), Proklamasi Kemerdekaan (1945), Orde Lama (1949), Orde Baru (1965), dan Reformasi (1998). Semoga ditahun 2013 ini pula pergerakan pemuda masih terus berlanjut untuk menorehkan ribuan harapan besar menuju Indonesia yang lebih baik.

Rupanya pemuda yang dulu secara fisik kuat, kokoh, berdaya fikir kritis idealis solutif dengan semangat juang tinggi, kini pelan dan pasti mulai tergerus oleh derasnya arus globalisasi. Sikap Hedonis dan apatis telah merasuk kedalam jiwa pemuda yang menyebabkan kehilangan sikap sensitif terhadap problematika bangsa ini. Parahnya, pemuda sekarang banyak yang menjadi beban dan pembuat masalah, bukan menjadi yang sebaliknya sebagai pemecah masalah. Sungguh ironi bukan? Pasalnya indikator dari kemajuan bangsa adalah pemuda dan nasib suatu bangsa itu sangat tergantung dari bagaimana kondisi pemudanya. Apabila pemuda suatu bangsa rusak, maka rusaklah bangsa itu dan apabila pemudanya baik, maka baiklah bangsa itu.

Lihat saja, banyak cara dilakukan pemuda saat ini yang sudah tidak lagi mencerminkan sikap teladan bagi generasi bangsa.  Bukan lagi otak yang ditonjolkan, melainkan otot. Contoh, maraknya demontrasi yang berujung anarkis, tawuran antar pelajar dan mahasiswa sudah menjadi makanan dan aktifitas setiap hari. Kondisi ini, tentu juga membuat kita bertanya-tanya. Masih pantaskan ditahun 2013 ini, mereka yang mengaku pemuda, para intelektual muda, mahasiswa dikatakan sebagai generasi harapan bangsa? Semoga bersama mimpi-mimpi 2013 ini, harapan itu masih ada.

Sebagai pemuda, jelas itu merupakan catatan buram. Semoga pemuda kini lebih dewasa dan mulai memahami “kalau tidak kita siapa lagi yang akan membawa nasib bangsa ini menjadi yang lebih baik”. Semoga di tahun 2013 ini menjadi renungan bagi kita bersama yang mungkin masih dianggap sebagai generasi penerus bangsa. Ingatlah bahwa bukan lagi jamannya kita berjuang dengan angkat senjata, tapi sudah saatnya kita berjuang dengan cara yang dewasa, yang kreatif tanpa harus ada pertumpahan darah, perpecahan dan kerusakan terlebih lagi dengan saudara sendiri. Karena kita semua sepakat dengan bersemboyan ”Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu jua” kita satu, Indonesia. [*]

Ahmad Syaiful Hidayat
Mahasiswa Pendidikan Geografi
Yogyakarta, 3 Desember 2012

Dimuat di OkeZone.com

0 comments:

Post a Comment

 
Ipung Berjuang © 2011-2017 | Designed by Interline Cruises | Template Modified by Ahmad Syaiful Hidayat,