Mau Lulus Kuliah, Jangan Hanya Asal-asalan, Apalagi Sekedar Asal Lulus

Oleh:   ipung berjuang ipung berjuang   |   1/03/2013 07:37:00 PM
Masuk kuliah susah, sudah diterima dan berproses hingga ujung waktu. Untuk luluspun perjuangan tak kalah hebatnya ketika masuk. Demikianlah ungkapan kepedihan yang sebenarnya jauh dari yang bias saya ungkapkan dalam tulisan ini. Namun, perlu saya menyoroti untuk renungan diri sendiri yang akan dan tentu mengalami sendiri apa arti dari kelulusan itu sendiri serta rekan-rekan mahasiswa tingkat akhir sepenanggungan dan seperjuangan.

Tidak banyak yang saya ungkapkan dalam tulisan yang awal mulanya dari kekejutan setelah membaca salah satu berita media cetak. “4 Tahun Tak Lulus, Sebaiknya DO”. Tulisan judul yang sangat monohok bagi saya. Menurutku, ini bias jadi semacam sock terapi bagi yang masih bermalas-malasan agar termotivasi cepat selesai atau bias jadi semacam boomerang yang kian mematikan kreatifitas mahasiswa yang dituntut tidak hanya sekedar kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang).

Yah begitulah dilemanya menjadi mahasiswa karena bukan lagi siswa apalagi anak TK yah. Semua dituntut mandiri bisa berdiri sendiri atau diam diri lalu mati, semua dikembalikan pada masing-masing.

Maka sudah saatnya pendidikan dijadikan sebagai patokan bahwa kebijakan dalam mencetak generasi. Lulusan pendidikan haruslah yang benar-benar mencetak lulusan yang berkualitas. Sehingga, harapannya kedepan perguruan tinggi tidak akan sekedar meluluskan mahasiswa dengan membekali gelar sarjana dan ijazah semata, namun juga membekali pengalaman dan kemampuan keahlian atau ketrampilan (softskill) pula. Karena sekali lagi bahwa lulus itu penting, akan tetapi yang lebih terpenting adalah janganlah lulus dengan asal lulus.
Mau Lulus Kuliah, Jangan Hanya Asal-asalan, Apalagi Sekedar Asal Lulus
Sebenarnya, bukan salah juga seh bisa lulus cepat dan bukan salah pula yang lulus agak sedikit "kurang cepat". Semua seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya, kembali pada diri masing-masing. Lulus cepat karena telah yakin sudah cukup ilmu hingga ingin segera berkontribusi atau masih agak nanti saja karena ingin mengejar banyak ilmu. 

Saya sendiri masih berada di jajaran golongan mahasiswa yang berkeinginan khusus, yakni masih haus akan ilmu di dalam kampus. Heheh. sehingga, seolah-olah rasanya belum ridho nih kampus untuk melepas saya yang masih ingusan ke tengah hutan belantara dengan bermodalkan dengkul saja. So, kampus punya caranya sendiri untuk mengajariku sesuatu demi sebuah persiapan perjalanan menuju kehidupan yang sesungguhnya di luar sana. Kampus adalah sekelumit kecil pelajaran memecahkan masalah ditengah ribuan gulung benang kusut masalah yang sebenarnya. Duh, ini ngomong apa lagi, kok tambah bingung juga akhirnya. Maaf yah. Tambah muter-muter bahasanya.

Oke kalau gitu biar gak salah paham, langsung saja jujur. Tulisan ini awalnya saya buat untuk menanggapi berita statement rektor UNY dulu waktu masih menjabat yang dimuat dalam media cetak Koran Kedaulatan Rakyat, hari rabu, tanggal 19 Desember 2012 dengan judul monohoknya “4 tahun tak lulus, sebaiknya ‘DO’.
Mau Lulus Kuliah, Jangan Hanya Asal-asalan, Apalagi Sekedar Asal Lulus
Untuk lebih lengkapnya bisa baca artikel ulasan ini di Ekspresi Online (3 Januari 2013) - Lulus Jangan Asal Lulus atau Buku Cetak “Merah” terbitan BEM FIS UNY 2013.

Tampilkan Komentar